UNTUK DESCARGAR ARCHIVO INI SILAHKAN DESINI TEORI BELAJAR PEMROSESANO INFORMASI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teori Belajarblogger / img / blank. gif Dosen Pengampu. Los Dres. Sukirman, M. Si Drs. Istyarini Kelompok VII Disusun Oleh: Bachtiar Dwi y (1102410006) Fatikhatun Najikhah (1102410043) Abdul Rozaq (1102410058) Umi Kulsum (1102410065) TEKNOLOGI Pendidikan Fakultas ILMU Pendidikan UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 BAB que PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan Tindakan dan perilaku Siswa yang Kompleks Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleis siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses es un miembro de la familia y un miembro de la familia. Lingkungan yang dipelajari ole siswa berupa keadan alam, benda-benda atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar dari suatu tersebut nampak sebagai perilaku belajar yang nampak dari luar. Pengertian dari belajar sangad beragam, banyak dari para ahli yang mengartikan secara berbeda-beda definisi dari belajar. Sebagaimana kita ketahui baha belajar merupakan hal yang penting dalam bidang pendidikan. Tentu saja dalam proses de la comunidad terori 8211 teori yang memunculkan adanya belajar. Dari zaman dahulu, para el hombre y el hombre de la tierra 8211 teori belajar sebagai temukan merka menkembangkan pemikiran belajar mereka. La era global de las memorias de la memoria y de las memorias de adorno de la memoria 8211 de la biblia de la biblia y de la biblia de la biblia de la biblia de la biblia de la biblia 8211 teori yang telahue la sebelumnya. Akan tetapi, kita sebagai, insan tak, bisa, bertolak, dengan, adanya, teori, belajar yang, tela, ada, sebelumnya. Adapt teori belajar selalu bertolak de sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang sangat pesat. Tazas de café y té disponibles 8211 teri yang baru akan menyempurnakan teori 8211 teori yang sebelumnya. Berbagai teori belajar dapat dikaji dan diambil manfaat dengan adanya teori tersebut. Tentunya setiap teori belajar memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan, jarang dalam setiap teori belajar juga terdapat kritikan 8211 kritikan untuk penyempurnaan teori tersebut. Dalam hal ini, penulis akan mengkaji salah teori belajar pemrosesan informasi. B. Rumusan Masalah 8226 Sejarah teori belajar Robert Gagno muncul 8226 Teori Pemrosesan Información generada por Robert gagne. C. Tujuan Adapun tujuan dengan disusunnya makalah ini adalah Untuk menambah Wawasan pengetahuan Mahasiswa / mahasiswi tentang pemikiran teori pemrosesan Informasi Lebih mendalam tentang teori belajar yang dikemukakan oleh Robert Gagne. D. Manfaat Dengan disusunnya makalah ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai teori 8211 teori belajar yang ada saat ini, khususnya teori belajar pemrosesan informasi dari Robert Gagne. A. Sejarah Teori Belajar Robert Gagne Mills Robert Gaga dilahirkan pada 21 Ogos 1916 di Norte Andover, Sejarah modelo pemprosesan maklumat (MENGIKUT PANDANGAN TOKOH) modelo pengajaran pemerosesan. Peringkat-peringkat Robert Gagne (1985) adalah seperti rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. Robert M. Gagne, Ginebra belga de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía de la bahía. Gagne pelopor dalam instrumental pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training piloto AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep Robert M Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura Dan Lev Vygotsky merupakan Tokoh-Tokoh penting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang besar dentro de Dunia Pendidikan. Teori informasi psikologi muncul dari temuan dan modifikasi dari teori matematika, yang disusun oleh para la península de meninga y pescado. Pembelajaran di kelas, merupakan, teori, proses, informasi, yang, berkaitan, secaara, langsung, dengan, proses, kognitif. Teori informasi memberikan persfektif baru pada pengolahan pembelajaran yang akan menghasilkan belajar yang efektif. Dalam teori pengolahan información sobre el terdapat persepsi, pengkodean, penyimpanan dan dalam memori jangka panjang. Teori ini mengajarkan kepada siswa siasat untuk memecahkan masalah. Gagne pelopor dalam instrumental panglang yang dipraktekkannya dalam entrenamiento Adalah Edgar Dale dan James Finn merupakan duo tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgar Dale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cono de Experiencia). Kolaborasi Robert Gagna dengan Leslie Briggs telah menggabungkan keahlian psikologi pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem yang membuat konsep desain pembelajaran menjadi semakin hidup. Robert Gagna merupakan salah satu tokoh pencetus teori ini. Teori ini memandang bahwa belajar adalá proses memperoleh información, mengolah informasi, menyimpan informasi, serga mengingat kembali informasi yang dikontrol oleh otak. (Pada titik ini Sejarah psikologi mencatat Pertama Kalinya sejak jaman filsafat Yunani terjadi total de penolakan alma terhadap konsep dan cuenta. B. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat Penting dentro perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif pembelajaran dari. Menurut Gagne bahwa dentro pembelajaran terjadi proses penerimaan Informasi, Untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dentro bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan Informasi terjadi adanya interaksi Antara kondisi-kondisi Individu eksternal dan kondisi-kondisi interna. Kondisi interna yaitu keadaan dentro diri Individu yang diperlukan Untuk mencapai hasil belajar dan proses Kognitif yang terjadi dentro de un individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari Lingkungan yang mempengaruhi Individu dentro de prosas pembelajaran. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi Delapan fase yaitu, (1) motivasi (2) pemahaman (3) pemerolehan ( 4) penyimpanan (5) ingatan kembali (6) generalisasi (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertanu yang dapat memudahkan semua informasi diproses de dalam otak melalui beberapa indera. Komponen pertama dari sistem memori yang dijumpai olé informasi yang masuk adalah registrasi penginderaan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informáis dari indera dan menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam registro penginderaan, maka dengan cepat informasi itu akan hilang. Keberadaan registro penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang, harus, menaruh, perhatian, pada, suatu, informasi, bila, informasi, itu, harus, diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu Untuk membawa semua Informasi yang dilihat dentro waktu singkat masuk kesadaran ke dentro, (Slavin, 2000: 176).Interpretasi seseorang terhadap rangsangan dikatakan sebagai persepsi. Persepsi dari estímulo tidak Langsung seperti penerimaan estímulo, karena persepsi dipengaruhi estado mental, pengalaman Masa Lalu, pengetahuan, motivasi, dan Banyak faktor lain. Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian, Akan ditransfer ke komponen Kedua dari sistem memori, yaitu memori jangka pendek. Memorias pendientes adalá sistema penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara para el menyimpan informasi dalam memori jangka pendeca adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. Tulving (1993) dentro de un (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi Tres Bagian: 1. memori episodik, yaitu Bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman Pribadi Kita, 2. memori Semantik, yaitu Suatu Bagian dari memori Jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, 3. memoria memorias de adalá yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya 8220lupa8221. Ketiga komponen tersebut adalah. 1. Receptor Sensorial Receptor Sensorial (SR) Receptor Sensorial (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Di dalam El SR es un sistema informático que se utiliza para las tareas domésticas, el acceso a la información y el acceso a los datos. Memoria de trabajo (WM) Memoria de trabajo (WM) Memoria de trabajo (WM) Memoria de trabajo (WM) Memoria de trabajo (WM) Karakteristik WM adalá memiliki kapasitas terbatas (informasi hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari estímulo aslinya. Artinya agar informasi dapat bertahan dalam MJ, upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas desalentar melakukan pengulangan. Memoria 3.Long plazo (LTM) de memoria a largo plazo (LTM) diasumsikan 1) berisi semua pengetahuan yan telah dimiliki individu, 2) mempunyai kapasitas tidak Terbatas, 3) sekali Informasi disimpan di dentro de LTM ia tidak Akan pernah terhapus atau Hilang. Persoalan lupa pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitán atau kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Sejalan dengan teori pemrosesan informasi, Ausubel (1968) mengeukakan bahwa perolehan pengetahuan baru merupakan fungsi srtuktur kognitif yang telah dimiliki individu. Reigeluth dan Stein (1983) mengatakan pengetahuan diceata didalam struktur kognitif secara hirarkhis. Ini berarti pengetahuan yang Lebih umum dan Abstrak yang diperoleh Lebih dulu oleh Individu de Dapat mempermudah Perolehan pengetahuan baru yang rinci Proses pengolahan Informasi dentro ingatan dimulai dari proses penyandian Informasi (codificación), diikuti dengan penyimpanan Informasi (almacenamiento), dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi - Informasi yang telah disimpan dalam ingatan (recuperación). Ingatan terdiri dari struktur Informasi yang terorganisasi dan proses penelusuran bergerak secara hirarkhis, dari Informasi yang umum palidez dan inklusif ke Informasi yang umum palidez dan rinci, sampai Informasi yang diperoleh diinginkan. Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses interno yang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara ekstern yang berpotensi mendukung proses-proses interno dalam kegiatan belajar adalah. 1.Menarik perhatian 2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada Siswa 3. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar 4. Menyajikan bahan peransang 5. Memberikan Bimbingan belajar 6. Mendorong unjuk kerja 7. Memberikan balikan informativa 8. Menilai unjuk kerja 9. Meningkatkan retensi dan Alih Belajar Keunggulan strategi pembelajaran yang berpijak pada teori pemrosesan informasi. a. Cara berpikir yang berorientasi pada proses leboh menonjol b. Penyajian pengetahuan memenuhi aspek c. Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap d. Adanya keterarahan seluruh kegiatan belajar kepada tujuan yang ingin dicapai e. Adanya transferencia belajar pada lingkungan kehidupan yang sesungguhnya f. Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai irama masing masing individu g. La información de los miembros de la comunidad de rambu-rambu yang jelas tentang tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk kerja yang diharapkan. BAB III PENUTUP Kesimpulan: Adánya psikologi proses informasi tidak bisa dilepaskan dari pada teori-teori belajar sebelumnya, baik itu asosianistik, kognitif maupun yang lain. Namun pada kenyataannya dalam teori psikologi prosesn información en secara jelas menyatakan dengan jelas tentang aspek kognitif dari pada aspek behavioristiknya. Terbukti dalam bukunya Olson dan Hergenhahn ini menunjukkan proses informasi itu sendiri yang terdiri dari input, proses dan output. Dan proses ini lebih menunjukkan pengolahan pada proses yang terjadi dalam memoria. Sehingga kemudian kekuatan memoria ini dibagi menjadi dua yaitu memoria jangka pendek dan memoria jangka panjang. Ini kemudian muncul bahwa dalam suatu la memoria ada yang hanya mampu menampung informasi dalam jangka waktu tertentu DAFTAR PUSTAKA Dabutan, Jelarwin. 2008.Srategi Pembelajaran Quantum Enseñanza que el aprendizaje cuántico. En línea. E-dukasi. net/artikel/index. phpid75. C. Asri Budiningsih. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta. FIP UNY Suciati. 2001. Teori Belajar dan Motivasi. Jacarta. Unversitas Terbuka (PAU-PPAI-UT) Artículo Catatan Kuliah Ari Perwira kuliah. ariperwira. co. ccA. Latal Belakang Masalah Teori pemrosesan informasi ini didasari oleh asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Percepción merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses informasi, untuk diolah sehingga menghasilkán bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi interno dan kondisi eksternal individu. Kondisi interno yatu keadaan dalam diri individual yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari Lingkungan yang mempengaruhi Individu dentro de prosas pembelajaran. Tahapan proses pembelajaran meliputi Delapan fase: 1) Motifasi, 2) Pemahaman, 3) Pemerolehan, 4) Penyimpanan, 5) Ingatan kembali, 6) Generalisasi, 7) Perlakuan, 8) Umpan Teori Pemrosesan Informaciones Informacionales adalah pengetahuan yang didapat dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi. Dalam bañada en la playa de la puesta de sol yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejan dan didapatkan dari berita, juga disebut informasi. Informasi yang berupa koleksi datos de datos dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi datos adalah yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Penelitian ini memokuskan pada definis informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelejaran, pengalaman, dan instruksi. Modelo pemrosesan informasi beranggapan bahwa anak-anak mempunyai kemampuan yang lebih terbatas dan berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak tidak de Dapat menyerap Banyak Informasi, kurang sistematis dentro de un hal Informasi apa yang diserap, tidak Banyak mempunyai strategi Untuk mengatasi Masalah, tidak mempunyai Banyak pengetahuan mengenai Dunia yang diperlukan Untuk memahami Masalah, dan kurang MAMPU memonitor kerja proses kognitifnya. Perkembangan anak yang óptima merupakan tujuan párrafo perkembangan psikolog, sangat maka relevan jika individu-yang Individu berkecimpung dibidang ini melakukan Penelitian yang tujuanya bermuara pada meningkatkan kemampuan pemrosesan Informasi. Salah satu teori kognitif yang menjelaskan proses belajar pada diri seseorang yang berkenaan dengan tahap-tahap proses pengolahan informasi adalah teori pemrosesan informasi. Menorut teori ini proses, tidak berbeda, halya dengan proses menerima, menyimpan dan mengungkapken kembali dengan informasi-informasi yang telah diterima sebelumnya. Genjala-gejala tentang belajar dapat dijelaskan jika proses belajar itu dianggap sebagai proses transformasi masukan menjadi keluaran. Jadi, proses belajar tersebut mirip dengan apa yang terjadi pada sebuah komputer. Berbagai pemahaman tentad belajar tela de benyak dikemukakan oleh para ahli dari berbagai aliran. Paparazzi in mencoba menyajikan pemahaman tentang belajar dari sudut pandang teori pemrosesan informasi. Proses es una fuente de información sobre los medios de comunicación, los meninges y los medios de comunicación informáticos. Belajar tidaklah hanya apa yang anda lihat, yang penting bagaimana props kognitif itu terjadi dalam diri pembelajar. B. Rumusan Masalah Untuk mendapatkan makalah yang terarah diperlukan adanya rumusan masalah. Cinturón de leche de color naranja en la boca de la madre y el bebé. 1. Bagaimana konsep dari teori pemrosesan información 2. Bagaimana penerapan teori pemrosesan información de las kelas C. Tujuan Pembuatán Makalah Pemakalah harus memiliki tujuan yang jelas. Pemakalah dalam hal ini memliki, tujuan, mengetahui, tentang, kontra, dari, teori, pemrosesan, informasi, dan penerapan, teori, pemrosesan, informasi di kelas. A. Konsep Dasar Teori pemrosesan Informáse Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan pada memori panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara tersusun. Tahapan pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memoria kerja berfokus pada bagaimana pengatahuan baru yang dimodifikasi. Urutan dari penerimaan informasi dalam diri manusia dijelaskan sebagai berikut: pertama, manusia menangkap informasi dari lingkungan melalui órgano-órgano sensorisnya yaitu: mata, telinga, hidung dan sebagainya. Beberapa informasi disaring pada tingkat sensoris, kemudian sisanya dimasukkán dalam ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek mempnyai kapasitass pemeliharaan Informasi yang Terbatas sehingga kandungannya Harus diproses secara sedemikian rupa (misalnya dengan pengulangan atau Pelatihan), jika tidak Akan lenyap dengan cepat. Bila diproses, informasi dari ingatan, jangka pendek, dapat, transferir dalam ingatan jangka panjang. Ingatán jangka panjang merukan hal penting dalam proses belajar. Karena ingang jangka panjang merupakan tempat penyimpanan informasi yang faktual (disebut pengetahuan deklaratif) dan informasi bagaimana cara mengerjakan sesuatu. Tingkat pemrosesan estímulo informasi diproses dalam berbagai tingkat kedalaman seco bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam suatu informasi diolá, maka informasi tersebut akan semakin lama diingat. Sebagai contoh, el yang del mempunyai del yang de la información y el kanji visual del yang del kuat del banyak del banyak del dengan del yanag del ynag del ada de los dros de la akan de los diproses secara lebih dalam. Demikian juga informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses dari pada estímulos atau kejadian lain di luar pengamatan. Dengan Kata Lain, manusia Akan Lebih mengingat hal hal-yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yamg menjadi perhatiannya karena hal-hal tersebut diproses secara Lebih mendalam dari pada estímulos yang tidak mempunyai arti atau tidak menjadi perhatiannya. Pengulangan memegang peranan penting dalam pendekatan modelo. Penyimpanan juga diaggap penting dalam pendekatan modelo tingkat pemrosesan. El menya de la sonrisa del menya de la guirnalda de la sonrisa de la guirnalda del mengingat. Untuk memperoleh tingkatan yang lebih dalam, aktivitas pengulangan haruslah bersifat elaboratif. Dalam hal ini, pengulangan harus, merupakan, sebuah, proses, pemberian, makna, dari, informasi, yang, masuk. B. Penerapan Teori Pemrosesan Informasi Di Kelas Kegiatan belajar dentro toeri pemrosesan Informasi de Dapat diilustrasikan dengan bagan berikut sebagai: sensorio registro de memoria a corto plazo memoria a largo plazo de entrada Dalam sensorio sensorio dan registrarse infomasi hanya beberapa Detik, singkat sangat, didapat dari penglihatan, sentuhan dan Lain Sebagainya Dio dalam memoria de corto plazo, informasi tersebut akan ada dalam beberapa antara 20-30 detik, ada rehaorsal buffer yang diulang terus menerus dihubungkan dengan informan yin yang telah ada dalam ingatan. dentro de un Sedangkan la memoria a largo plazo, waktunya adalah berhario-Hari, berbulanp-bulan, bertahun-Año dan Sepanjang masa Informasi yang tidak terproses dengan baik Akan Hilang atau terlupakan pada Saat kita mengingat sesuatu segala artículos Akan tergambar di sini. Dari penjelasan di atas dapat diuraikan sebai berikut: 1. Dari lingkungan, pembelajar mendapat rangsangan yang mengativesikan reseptor dan transformasikan pada informasi saraf. Pada awalnya informasi ini masuk ke dalam struktur yang disebut registro sensorial (SR) dan tersimpan dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan perseratus detik. 2. Tidak seluruh gambaran informasi yang direkam dalam SR akan bertahan, karena informasi tersebut ditrasformasikan ke dalam bentuk rangsang melalui proses persepsi selecktif. Yaitu proses pemberian perhatian terhadap gambaran tertútu dari informasi yang ada dalam SR y mengabaikan informasi lain (misalnya: tekstur, kemiringa, objek tiga dimensi dsb). Proses persepsi selecktif ini membentuk jenis entrada baru yang akan masuk ke dalam almacenamiento de memoria a corto plazo (STM). 3. Dalam STM, informasi akan bertahan sampai sekitar 20 detik. Ada Dua bentuk penyimpanan dentro de un STM, yaitu: a.).Bentuk Akustis (Informasi yang Secară didengar oleh pembelajar b) artikulator. bentuk interna (pembelajar mendengar dirinya sendiri mengatakan Informasi). Sebagai contoh, es decir, el mengingat es un hombre que no quiere decir nada, maka ia akan mendengarkan dirinya sendiri mengulang nomer tersebut. Kapasitas STM terbatas, artículo bisa berupa huruf, angka, atau kata dengan satu suku kata. Bila kapasitasnya sudah terisi penuh, maka artículo lama akan terbuang saat ada artículo baru masuk. 4. Dalam STM, ada suatu proses yang disebut rehearsal, yaitu: suatu proses pengulangan mental (pengulangan secara tenang) dari informasi. Proses Ensayo ini, selain membantu memperpanjang masa bertahannya Informasi dentro de un STM, juga membantu dentro pengkodean Informasi, sehingga Akan bisa masuk (menjadi entrada) ke dentro struktur berikutnya, yaitu: a largo plazo la memoria stotage (LMT) TAPI tidak membentu dentro meningkatkan jumlah elemento yang disimpan Dalam STM. 5. Transformasi informasi yang paletización oenting terjadi saat informasi keluar dari STM dan masuk ke dalam LTM. Proses ini disebut pengkodean (codificación). Informasi yang terdapat dalam STM demgam gfambarán perspektual tertentu ditransformasikan ke dalam bentuk konseptual, bentuk yang bermakna. Jadi informasi tidak lagi disimpan dalam bentuk suara atau bentuk rupa, tapi sebagai konsep yang diketahui maknanya dan dapat dirujuk dengan cepat dalam lingkungan pembelajar. Informasi yang disimpan ini diorganisasikan de dalam berbagai cara, tidak hanya dikumpulkan. 6. Penyimpanan dalam LTM bersifat permanen. Tetapi, karena, berbagai, faktor, informasi-informasi, tersebut, bisa, jadi, tidak, akses, misalnya karena, interferensi, antara memori, lama, dengan memori baru. Salah satu contoh akibat kesulitan mengakses informasi dari tlm ini adalah terjadinya lupa. 7. Untuk menemukan Kembali Informasi dari LTM biasanya dibutuhkan adanya señales baik melalui situasi eksternal maupun oleh si pembelajar UIT sendiri (dari sumber memori acostado) señales ini diperlukan Untuk memasangkan atau mengaitkan apa yang telah dipelajari sehingga Informasi yang dicari de Dapat dikenali dan ditemukan kembali. 8. Recordar dari apa yang sudah dipelajari dapat terjadi segera setelah proses belajar terjadi, tapi bisa pula tertunda. Kadang membutuhkan rekontruksi de kejadian yang peru diingat. 9. Transferencia de Aprendizaje terjadi bila recordar terhadap apa yang dipelajari mencakup aplikasi terhaap situasi atau masala baru. Dentro de un hal ini seseorang yang Perlu menerapkan pengetahuan atau ketrampilannya dentro situasi Masalah baru Harus mengarahkan Suatu proses Pencarian yang Lebih kompleks dari pada menggunakannya pada situasi atau Masalah yang ditemui biasa. 10. STM juga memiliki peran sebagai memorias aktif atau memoria kerja yang sangat penting. Proses pencarian dapat dilakukan dalam memorias kerja untuk menemukan kembali bahan-bahan yang disimpan dalam LTM. Sebagai hasilnya, bahan tersebut dapat kembali ke dalam memori kerja dalam suatu bentuk yang dapat disimpan dan dipasangkan dengan entrada yang baru diterima. 11. El generador responde a menentukan, partama, bentuk dasar dari respon manusia, yaitu apakah muncul dalam bentuk perkataan, otot besar tubuh, otot kecil tangan atau lainnya. Kedua menentukan pola dari rendimiento, urutan dan waktu dari gerakan yang masuk tindakan. Procesos de la sala de operaciones yang dihubungkan dengan generador de respuesta menjamin bahwa performance akan terorganisasikan. 12. Tahapan es un adicto a la naturaleza de un polaco activo y un diamante seco. Dalam kegiatan belajar seseorang, menurut teori pemrosesan informasi terdapat efek eksternak yang mempengaruhi, yaitu: a) Kejadian eksternal bisa mempromosikan belajar dan memori dalam jangka waktu yang sangat singkat sebelum sesuatu disimpan. Proses yang terjadi dalam pembelajaran berkait dengan memasukkan estímulo yag relevan ke dalam belajar. Tahapan persiapan ini terdiri atas pertama kewaspadaan terhadap rangsang yang disebutsebagai perhatian. Kedua persepsi selektif. Merupakan proses penyarinagan dan pengorganisasian yang sangat penting dari rangsang, yang membawa pada seluruh penyimpanan dari ciri rangsang yang relevan dalam STM. Dari sin información informática yang y otros dispositivos de la red (diberi kode) untuk bisa masuk ke dalam LTM. B) Untuk belajar, pertama pembelajar, haruslah, menerima, estímulo, artinya, panca, indera mereka, harus, diarahkan, pada, sumber, stimulasi, merka, harus, siap, menerimanya. Memberikan perhatian, merupakan, langkah, awal, dalam, belajar, yang dapat, dideteksi, dengan, mengamati, apa, yang, dilihat, atau, didengarkan, ole, pembelajar. Stimulasi eksternal yang menghasilkan kewaspadaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membuat keadaan menjadi lebih terang atau menara suan. Secar el umum en la playa de la tiba-tiba, el meningkatkan, el estímulo de la merupakan y el efektif de la marca de fábrica para el pabellón wapada. C) Persepsi selecktif bisa diarahkan dengan intruksi verbal atau bentuk estimulasi lainnya. Misalnya, pada teks bakaan persepsi selektif bisa diarahkan dengan membuat garis bawah atau cetak mirando pada kata tertentu yang harus diperhatikan. Adapun implikasi teori pemrosesan información sobre el acceso a los productos de la empresa: 1. Modelo pemrosesan informasi dari belajar dan ingatan memiliki signifikasi yang besar bagi perencanaan dan desain pembelajaran dalam proses pemndidikan. Belajar es un elemento que puede ser usado como un elemento de diseño y un diseño de calidad. Diantara kejadian-kejadian ini ada beberapa tahapan dari pemrosesan interno. Pembelajaran tidak hanya merupakan prosa sederhana dari penyajian estímulo, melancómano merupakan komposisi dari berbagai jenis stimulasi ekstern yang berbeda, yang mempengaruhi beberapa proses belajar yang berbeda. 2. Secara keseluruhan stimulasi yang diberikan kepada pembelajar selama pembelajaran berfungsi mensupport yang terjadi pada pembelajaran. Kejadian eksternal yang disebut pembelajaran bisa mendukung proses interno dengan mengakyifkan conjunto mental (keadaan mental) yang mempengaruhi perhatian dan persepsi seklektif. Kejadian eksternal bisa meningkatkan proses interno dengan memberikan pengorganisasian yang dibuat oleh pembelajar. Pembelajar juga memantapkan pengioperasian proses pengendali tindakan, seperti harapan akan hasil rendimiento. PEMROSESAN INFORMASI Istilah 8220pemrosesan / pengolahan informasi8221 mengandung pengertiano adanya pandangan tertentu ke arah studi individu. Pusat perhatian pokok estudiar adalah bagaimana orang mempersepsi, mengorganisasi, mengingat sejumlah besar informasi yang diterima setiap hari dari lingkungan sekeliling. Misalnya, mendengarkan siaran berita, membaca y menafsirkan catatan pelajaran, menemukan penyebab kerusakan mesin dan sebagainya, semuanya merupakan kegiatan sehari-hari yang bergantung pada pengolahan datos dari lingkungan. Teori pemrosesan informasi adalah teori belajar kognitif yang mendeskripsikan pemrosesan, penyimpanan, dan mendapat kan kembali pengetahuan dari pikiran (Slavin, 1994). Pentingnya mengembangkan dan menyempurnakan modelo umum pengolahan informasi yang berkaitan dengan masalah8211masalah kehidupan nyata didukung oleh sejumlah ahli (Neisser dan Simon dalam Bell, 1991). Dalam rancangan pemrosesan / pengolahan informasi terdapat 2 (dua) bidang yang penting seco khusus bagi pembelajaran, yaitu: a. Penyelidikan mengenai proses orang memperoleh dan mengingat informasi. segundo. Penelitian mengenai siasat yang digunakan dalam memecahkan masalah. Asumsi yang mendasari teori-teori pemrosesan / pengolahan informasi menjelaskan tentang (1) hakekat sistem memori manusia, dan (2) cara bagaimana pengetahuan digambarkan dan disimpan dalam memori. Konsepsi, lama, memorias manuscritas, ada, bahwa, memorias, semátipos, memorias de texto, memorias de texto, diálogos, diálogos, diálogos, diálogos, diálogos, Akan tetapi pada tahun 1960-un memori manusia mulai dipandang sebagai suatu struktur yang rumit yang mengolah dan mengorganisasi semua pengetahuan manusia (Neisser dalam Bell, 1991). Memori bukanlah sebuah gudang yang pasif tetapi suatu sistem yang ada organisasinya dan aktif. Jadi dapat dikatakan bahwa memorias secar el aktif datos penginderaan mana yang akan diolahnya, mengubah datos itu menjadi informasi yang bermakna, menyimpannya dan digunakan diwaktu kemudian. Datos yang masuk dalam komputer harus dikodekan agar komputer dapat menyimpan dan memproses datos. Demikian pula informasi yang diterima reseptor sensoris harus dikodekan sebelum disimpan dan diproses. Codificación adalá proses memasukkan informasi ke dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode interno yang merepresentasikan estímulo eksternal. Dengan cara ini representasi objek / kejadian eksternal dikodekan menjadi informasi interno dan siap disimpan. Modelo pemrosesan informasi yang mempengaruhi belajar dan modelo memori dimulai dengan material semua pengalaman belajar yang masih mentah yaitu sensoris de entrada. Sistem sensoris manusia (penglihatan, pendengaran, pembau, perasa, dan sentuhan) bersifat sensitif terhadap beragam perangsang yang berlimpah. Meskipun manusia merespon hanya pada sebagian dari seluruh perangsang yang tersedia, sebagian besar informasi yang tersedia dalam perangsang ini tidak perna benar-benar diproses yaitu tidak benar-benar menjadi bagian dari struktur kognitif. Ini yang disebut dengan memori sensoris (memoria sensorial). Memori sensoris adalah memori yang mmpertahankan informasi dunia dalam bentuk sensores aslinya hanya selama beberapa saat. Memori sensoris ini merujuk pada sesuatu yang terjadi secara singkat (kurang dari 1 detik) que efek estímulo tersebut pada manusia tidak disadari (manusí tidak memperhatikan estímulo itu). Memori sensoris sangat terbata dalam hal waktu untuk memproses informasi yang tersedia dan jumlah informas yang tersedia. Conocido como: Ani minorta guru untuk membacakan sejumlah bilangan. Kemudian 10 detik kemudian gurú meminta kepada siswa yang lain untuk mengulangnya. Siswa tersebut tidak akan menginga bilangan-bilangan tersebut. Namun jika Ani membaca bilangan tiba-tiba dia meminta Catur untuk menyebutkan bilangan terakhir yang dibaca maka Catur dapat menjawab dengan tepat. Faktanya setiap bilangan disimpan dalam memori sensoris dalam waktu yang sangat singkat, tetapi jika tidak diproses dalam waktu singkat maka bilangan tersebut tidak akan lama tersedia dalam memori. Dalam sistem pemrosesan informasi, psikolog kognitif berbicara tentang penggunaan sejumlah aktivitas berbeda dengan tujuan umum: membuat pengertian input sensoris yang penting dan pada saat yang bersamaan mengacuhkan/membuang input yang dianggap remeh. Memberikan perhatian adalah salah satu aktivitas penting dalam sistem pemrosesan informasi. Hal ini berarti input ditransfer dari sensoris ke penyimpanan jangka pendek. Intinya, memori jangka pendek terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung pada waktu-waktu tertentu. Menurut Calfee (dalam Lefrancois, 1991) memori jangka pendek semacam coretan pada pikiran yang terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung. Karakteristik pentingnya adalah kapasitas yang terbatas. Menurut Miller, rata-rata kapasitasnya sekitar 7 hal yang berlainan . kesadaran langsung kita terbatas dalam kapasitas ini dan ketika informasi baru datang, informasi ini akan menarik keluar informasi yang sudah ada dalam memori jangka pendek ini. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek lamanya 30 detik dan munculnya secara cepat tergantung dari latihan yaitu informasi yang disimpan dalam memori ini harus diulang-ulang (dipikirkan secara sadar). Jika tidak diulang maka informasi tersebut akan cepat hilang dalam memori dalam 20 detik. Memori jangka panjang adalah bagian dari sistem memori yang menyimpan banyak informasi secara relatif permanen selama periode waktu yang lama, semua yang kita ketahui tetapi tidak dalam kesadaran langsung, memiliki kapasitas yang sangat besar. Memori jangka panjang bersifat pasif, prosesnya tidak sadar. Informasi dari memori jangka pendek dapat diteruskan untuk diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua informasidari memori jangka pendek dapat disimpan. Kunci penting dalam penyimpanan di memori jangka panjang adalah adanya motivasi yang cukup untuk mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek. Retrieval adalah hasil akhir dari proses memori. Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat diambil kembali, informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu mudah untuk menggunakan dan menempatkannya. Contohnya seorang siswa yang telah mengetahui (menyimpan) informasi nama-nama negara dan ibukotanya tetapi dalam suatu waktu dia tidak dapat mengambil kembali semua informasi tersebut. Dengan menyediakan petunjuk akan memberi bantuan kepada siswa untuk mencari informasi yang disimpan dan mendapatkan kembali. Pada hakikatnya model pembelajaran dengan pemprosesan/pengolahan informasi didasarkan pada teori belajar kognitif. Model pembelajaran tersebut berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan sistem yang dapat memperbaiki kemampuan belajar siswa. Pemrosesan/pengolahan informasi menunjuk kepada cara-cara mengumpulkan/menerima stimulus dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep dan pemecahan masalah serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal. Model tersebut berkenan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan intelektual umum. Model proses informasi meliputi beberapa strategi pembelajaran, yaitu: 1. mengajar induktif, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan membentuk teori 2. latihan inquiry tujuan dan prinsipnya sama dengan strategi mengajar induktif, bedanya hanya terletak pada segi proses mencari dan menemukan informasi yang diperlukan 3. inquiry keilmuan bertujuan untuk mengajarkan sistem penelitian dalam disiplin ilmu, dan diharapkan memperoleh pengalaman dalam domain-domain lainnya 4. pembentukan konsep bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif, mengembangkan konsep dan kemampuan analisis 5. model pengembangan bertujuan untuk mengembangkan intelegensi umum, terutama berpikir logis, disamping untuk mengembangkan aspek sosial dan moral 6. advanced organizer model bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memproses informasi yang efisien untuk menyerap dan menghubungkan satuan ilmu pengetahuan secara bermakna. Ikhtisar teori pemprosesan/pengolahan informasi dalam pembelajaran diuraikan sebagai
No comments:
Post a Comment